Thursday, October 05, 2006

Rumah Buku, Seperti Di Rumah Sendiri

Dari namanya saja sudah terdengar akrab bukan? Bagaimana kalau sekali-sekali, Belia mengunjungi Rumah Buku yang terletak di Jalan Hegarmanah No. 52 ini. Jangan langsung mengeluh karena jauh, tapi bayangkan kehangatan dan kenyamanan yang ditawarkan rumah buku, terutama pada Belia yang cinta buku. Belia pasti merasa berada di rumah penuh dengan buku-buku. Belia boleh baca buku-buku ini sepuasnya dari pagi sampai sore. Bagus banget kan untuk ngabuburit nunggu buka?

Rumah Buku menyediakan banyak koleksi buku yang bisa disewakan atau dibeli. Bahkan jika kamu punya banyak buku dan ingin dijual, kamu bisa menitipkan di sini. Koleksi buku di Rumah Buku ini terdiri dari buku lokal dan luar dengan tema sastra, sosiologi/budaya, sejarah, arsitektur, seni, desain, dan filsafat. Harga sewa bukunya pun beragam, dari Rp 500 untuk buku anak-anak hingga Rp 35.000 untuk buku-buku arsitek.

“Kebanyakan buku ini kan koleksi pribadi ya, karena inginnya orang-orang pun bisa ikut baca dan accesible. Banyak banget tuh buku yang susah dicari, tapi banyak orang ingin baca, ya sudah saya buat Rumah Buku dan orang-orang bisa menyewa di sini,” kata Mbak Rani, pemilik Rumah Buku yang berdiri sejak 29 Maret 2003 ini.

Jadi, kalau Belia kesusahan untuk mencari buku-buku Che Guevara, Nietzche, Leo Tolstoy, ataupun Paul Coelho, Belia bisa meminjam di Rumah Buku. Mau yang bahasa asing atau Indonesia, ada di sini. Atau kalau ingin beli, Rumah Buku punya beberapa koleksi buku luar dengan harga yang sangat miring.

Bagi Belia yang mungkin kurang suka buku, Rumah Buku pun menyewakan CD musik dan film dalam bentuk VHS dan DVD. Nggak semua film bisa dibawa pulang ke rumah, tapi asyiknya Belia bisa mengajak teman-teman untuk nonton film bareng langsung di Rumah Buku. Harga nontonnya nggak menguras kocek deh, paling-paling tiap orang bayar Rp. 4.000,00 murah kan? Tempat nontonnya pun nyaman dengan sofa empuk dan televisi yang gede. Mau pake layar besar seperti layar tancep supaya bisa lebih rame? Rumah Buku dengan senang hati menyediakannya.

Serunya lagi, film-film yang ditawarkan di Rumah Buku hampir semuanya nggak pernah diputer di bioskop Indonesia. Ada film “Dancer In The Dark” yang dibintangi Bjork, “Psycho”-nya Alfred Hitchcock yang versi judulnya, sampai “Trainspotting” yang dilarang diputer di Indonesia. Penasaran ‘kan?

Jadi sekarang terserah belia, mau baca buku, nonton film, ataupun dengerin musik, rumah buku menyediakannya atau kalau ingin buka puasa, di sini ada kafe kecil yang menyediakan makanan dan minuman. Untuk secangkir teh atau kopi, Belia akan mendapatkan secara gratis setiap kali nongkrong di sini, asal pas buka puasa lho.

Sumber : Harian Pikiran Rakyat, Selasa, 26 Oktober 2004

2 Comments:

At 9:02 AM, Blogger Anik said...

benar2 spt obsesi saya.
sayang belum kesampaian, baru sebatas toko buku 2nd online saja.
nice blog.
saya juga pecinta buku dari tintin, smurf sampe chicklit.


btw, ada gak tempat spt Rumah Buku di Solo? syaa di solo sih, jauh yaaa...

 
At 9:03 AM, Blogger Anik said...

oya saya ada web juga di www.gudangbuku.multiply.com

 

Post a Comment

<< Home