Wednesday, October 04, 2006

Pasar Buku Langka TMII Tempat Favorit Para Kolektor

Memburu buku tua ternyata bisa jadi seni tersendiri. Modalnya tak cukup uang, tetapi juga butuh ketekunan dan kesabaran. Rasa puas akan terlontar saat buruan berhasil digapai. Kisah sukses perburuan pun bisa jadi latar belakang cerita yang akan membekas dalam ingatan. Di Jakarta, tak banyak lokasi yang bisa dijadikan tempat berburu buku tua. Awalnya, saya agak ragu untuk menelusuri tempat populer hunters buku. Pasalnya, tempat ini tak sungguh-sungguh menyediakan buku-buku lawas nan langka.

Ambil contoh, kawasan Proyek Senen, Jakarta Pusat. Ketika berjumpa Polycarpus Swantoro, rasa pede kembali tumbuh. Pria yang mulai koleksi buku antik sejak umur 55 tahun itu menyodorkan sebuah alamat. ”Coba saja kamu datangi Pasar Buku Langka di Taman Mini (Indonesia Indah),” katanya sembari menyertakan nama dan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Mencari Pasar Buku Langka di Taman Mini ternyata tak sesulit ketika mencari beberapa buku antik. Tempat favorit para kolektor buku tua ini berada di sebelah kiri anjungan Provinsi Papua. Kalau takut nyasar, lebih baik bertanya. Warga TMII akan cepat memberi petunjuk yang akurat. Kiprah Pasar Buku Langka rasanya tak bisa dilepaskan dari peran Syamsuddin Efendi S. Bapak lima anak inilah yang merintis cikal bakal salah satu lokasi perburuan buku tua khususnya bertema Indonesia.

”Saya mulai buka toko ini pada 1985,” cerita Syamsuddin Efendi membuka kisah. Waktu itu, ia ditawari pengelola TMII untuk mengelola sebuah lokasi untuk berjualan buku-buku lawas. Didasari perjanjian tanpa harus membayar sewa, Syamsuddin pun menyanggupi. ”Sampai sekarang saya tak pernah bayar sewa. Dari dulu perjanjiannya memang begitu, kalau sewa saya nggak mau.”Soal bisnis buku tua, Syamsuddin boleh dikata termasuk pemain yang karatan.

Kiprahnya sudah dimulai sejak masa berkuasanya Gubernur Ali Sadikin. Persisnya, tahun 1974. ”Saya pertama kali jualan buku, modalnya cuma seikat buku. Dulu lokasi pertamanya di depan kantor PPD, Jalan Kramat Raya,” kenang bapak yang hobi membaca dan koleksi buku tua ini. Sebelum menetap di TMII, ia sempat berpindah-pindah tempat. Dari lapangan banteng sampai pasar Inpres Senen. ”Biar dibilang strategis, saya nggak mau lagi jualan di Senen.” Syamsuddin merasa kapok lantaran faktor keamanan pasar Senen yang tak pernah bersahabat kepada para pelanggan.

Meski bernama pasar, jangan Anda bayangkan suasana mirip pasar betulan. Lokasi seluas 500 meter persegi itu malah cenderung sepi pengunjung. Kalaupun ada yang datang jumlahnya tak banyak. Paling-paling lima orang. Pastinya mereka yang datang ke sini, 90 persen, adalah kolektor buku yang sengaja menyempatkan diri untuk berburu buku tua. Di sini, ada delapan toko yang menjajakan buku-buku bertema sejarah, budaya, sastra, seni, kamus dan ensiklopedi.

Total, ada sekitar sepuluh ribu judul buku. Untuk mengelolanya, Syamsuddin dibantu delapan orang yang sudah punya tugas sendiri-sendiri. Yang pasti, ada satu orang yang khusus hunting buku tua ke mana saja. ”Biasanya, kalau nyari buku-buku itu kita keliling lapak-lapak (pengumpul barang-barang pemulung) atau bisa juga dari informasi teman-teman,” kata Syamsuddin yang menolak menyebut omset dagangannya itu. Bila membeli buku dari lapak, untung yang didapat memang jauh lebih besar.

Harga yang ditawarkan sangat bervariasi, tergantung isi, pengarang, tahun dan kondisi buku itu sendiri. Ada yang kelasnya puluhan ribu, ada pula yang mencapai jutaan rupiah. Untuk kelas terakhir, tamatan Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) ini memberi dua contoh judul buku. Pertama, Oud en Nieuwe Oost Indnen karya Valentijn terbitan tahun 1720 dan kedua, karya Rumphius G.E. Amboinsch Kruik-Book 1747. Namun tidak semua buku punya pasaran yang bagus.

Ambil contoh, buku legendaris Di Bawah Bendera Revolusi yang harganya sempat melonjak sampai puluhan juta saat ini hanya dilego sekitar ratusan ribu saja. ”Paling bagus, satu juta rupiah.” Kata Syamsuddin, ini terjadi akibat kekecewaan masyarakat pada pemerintahan Mega yang tak sesuai dengan harapan. Menurut Syamsuddin, banyak buku-buku tua yang ”lari” ke luar negeri. Pasar yang paling banyak menyerap adalah Jepang. Salah satu universitas terkemuka di negeri matahari terbit itu malah jadi pelanggan tetap Syamsuddin. Ini yang jadi keluhannya. ”Sebetulnya saya nggak rela jual buku ke luar (negeri), tapi mau bagaimana lagi orang kita masih jarang yang mau menebusnya. Mungkin faktor ekonomi.”

Sumber : Sinar Harapan

11 Comments:

At 9:44 AM, Blogger agha said...

saya ada buku lam yang berjudul dibawah bendera revolusi penulis Ir. Soekarno yang berminat hub agha 08121617707

 
At 7:20 AM, Blogger rore said...

hei, boleh saya minta kontak para kolektor buku tua?? saya butuh informasinya untuk menulis tentang itu..trims

 
At 8:37 PM, Blogger Allya Batik Wholesale said...

Hallo, bagi Anda yang butuh informasi mengenai buku2 tua, buku kuno dan lain-lain. Kami memiliki banyak koleksi buku2 kuno spt : Oud Batavia, Les Indes Neerlandaise (Hindia Belanda) thn 1939, Het Indische thn 1930an, Tanah Air Kita, Konferensi Linggadjati, Konferensi Malino, Konferensi Denpasar, dll. Sebagian besar buku2 tsb dalam bahasa Belanda dan memiliki banyak foto2 tempo doeloe.
Anda bisa mengunjungi www.koleksibukulangka.com atau hubungi kami 021 85558630. Mengingat langkanya buku2 tsb, kami bersedia memberikan copy buku tsb.
Salam buku...
Didit
www.koleksibukulangka.com

 
At 12:15 AM, Blogger Jual Buku Kuno said...

Saya menjual buku-buku kuno & langka, mulai dari dalam negeri sampai luar negeri...
berminat hubungi YUDI HERDIANA ( 083821660984)
TRIMS..

 
At 12:17 AM, Blogger Jual Buku Kuno said...

saya menjual buku kuno $ langka, mulai dari dalam sampai luar negeri..
hub yudi, 083821660984..
terima kasih..

 
At 11:00 PM, Blogger Unknown said...

saya punya buku kuno "dibawah bendera revolusi" karangan sukarno, yg berminta hub yono 021-94829458,email ruswijonountung@gmail.com

 
At 12:28 AM, Blogger christian said...

Saya ada buku :
1.Dibawah Bendera Revolusi Jilit 1 Cetakan ke 4 dan 5 Tahun 1965( panitia penerbit DBR )
2.Trade Diretory of Indonesia 1975
3.Soeharto ( dari prajurit sampai presiden )
4.Encyclopedia International

Bagi yg berminat Hub : christian.lakes@gmail.com

 
At 3:35 AM, Blogger christian said...

Saya ada buku :
1.Dibawah Bendera Revolusi Jilit 1 Cetakan ke 4 dan 5 Tahun 1965( panitia penerbit DBR )
2.Trade Directory of Indonesia 1975
3.Soeharto ( dari prajurit sampai presiden )
4.Encyclopedia International
5.Sarinah ( kewajiban wanita dalam perjuangan R I ) oleh Ir Sukarno cetakan ke 3 Thn 1963

Bagi yg berminat Hub : christian.lakes@gmail.com / 0812 12630413

 
At 5:33 AM, Blogger Eka Jaul said...

sya punya buku DBR jilid pertama cetakan ketiga thn 1964, sama buku karangan Ir.Soekarno yg brjudul Sarinah cetakan ketiga thn 1963,. minat hubungi 085222442444

 
At 6:20 PM, Blogger Tanz said...

Saya punya berbagai buku kedokteran langka terbitan tahun 40-60an, DBR. Harga negotiable. Hubungi 0817790958

 
At 8:10 PM, Blogger habibi azizah said...

saya ada buku

An Autobiography Soekarno
cetakan pertama,1965,New York
by cindy adams

berminat:
habibi
08127119876

 

Post a Comment

<< Home