Thursday, October 05, 2006

Baznas Gagas Taman Bacaan Az Zahra

DEMI membantu meningkatkan kesadaran membaca di kalangan anak-anak, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerjasama dengan Yayasan Bunda Yessy, beberapa waktu lalu mendirikan taman bacaan anak Fatimah Az Zahra. Taman bacaan tersebut didirikan di pondok pesantren Ibadatullah, Kampung Benda Jatirasa, Jatiasih, Bekasi, yang selama ini pengelolaanya berada di bawah naungan Baznas.

Berdirinya taman bacaan ini, kata Emmy Hamidiyah, Direktur Eksekutif Baznas, berawal dari ketertarikan makin berkembangnya taman bacaan yang selama ini dikelola oleh Yessy Gusman. Meski selama ini berjalan sendiri ternyata Yessy telag mampu mendirikan 43 taman bacaan anak yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberadaan taman bacaan ini, telah memberikan akses bagi anak-anak tak mampu kepada dunia pengatahuan.

Baznas pun lantas menggalang komunikasi dan kerjasama dengan yayasan pimpinan Yessy Gusman tersebut. Apalagi, kata Emmy, sebenaranya Baznas juga telah memiliki program wakaf buku namun selama ini belum berjalan. Dengan berdirinya taman bacaan ini, maka salah satu 'impian' Baznas pun tercapai.

Seperti program lainnya yang diperuntukkan bagi kalangan tak mampu, taman bacaan ini juga ditujukkan bagi kalangan anak-anak sekitar taman bacaan yang tergolong anak-anak tak mampu. Emmy menyatakan, sejak berdiri pada 9 Oktober 2004 lalu, taman bacaan tersebut telah dapat dinikmati oleh anak-anak di sekitar taman bacaan itu.

Mereka bebas memilih 400 eksemplar buku yang ada di sana dari buku cerita, pengetahuan umum hingga buku agama. Bahkan kalangan orang dewasa pun bisa menikmati taman bacaan tersebut karena terdapat sejumlah buku tafsir dan agama yang dapat mereka baca.

Dan ternyata taman bacaan yang dibuka dari pukul 09.00 - 17.00 WIB ini, tak sekedar menjadi tempat untuk membaca karena anak-anak itu juga mendapatkan pengajaran untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka. Petugas taman bacaan yang telah terlatih mengajari anak-anak membuat puisi, menyanyi, maupun menari. Bahkan setiap Ahad mereka mendapatkan undangan dari yayasan untuk menampilkan kebolehannya. Ini memberikan nilai tambah bagi anak-anak.

''Kami berharap hingga tahun mendatang telah memiliki 50 buah taman bacaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami mencontoh keberhasilan Yessy Gusman meski selama ini terlihat bergerak sendirian namun nyatanya telah mampu mendirikan 43 taman bacaan,'' kata Emmy kepada Republika di Jakarta, Senin (18/10).

Ia menambahkan untuk menyediakan buku-buku bacaan di taman bacaan Baznas telah berinisitif untuk menjalin kerjasama dengan sejumlah penerbit buku. Baznas telah mengirimkan surat kerjasama tersebut. ''Kami masih menunggu tanggapan mereka.''

Kerjasamanya dengan Yayasan Bunda Yessy juga memberikan manfaat karena yayasan tersebut telah terlebih dahulu melakukan kerjasama dengan sejumlah penerbit, dan buku yang mereka dapatkan bisa saja dibagi sesuai dengan kesepakatan.

Baznas tentunya tak hanya mengandalkan sumbangan buku dari para penerbit tetapi juga berharap agar para muzakki rela menyumbangkan buku-bukunya baik yang baru maupun lama melalui program wakaf buku. Dengan demikian, pasokan buku bagi taman bacaan tak mengalami kendala. ''Kondisi seperti ini akan membuat anak-anak yang tak mampu lebih mudah mengakses bahan-bahan bacaan dan meningkatkan pengetahuan dan wawasan mereka,'' tambahnya.

Emmy berharap pendirian taman bacaan ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Dan ia pun berharap antusiasme anak-anak tak hanya pada saat taman bacaan itu dibuka.

Mudah Berzakat dengan M-Zakat
Berzakat kini makin mudah, dengan diluncurkannya fasilitas M-Zakat (Mobile Zakat). Pembayaran melalui fasilitas M-Zakat ini sangat mudah digunakan karena pembayar zakat tinggal mengirimkan saja short message service. Fasilitas ini disediakan bagi pembayar zakat yang bersifat lintas amil zakat, lintas operator, dan lintas mustahik (penerima zakat).
Melalui M-Zakat, para pembayar zakat yang menggunakan kartu pra bayar Simpati dan Kartu As dari Telkomsel, IM3, serta Mentari dari Indosat, dapat membayarkan zakatnya cukup melalui SMS ke nomor 92528.

Nomor 92528, dapat digunakan untuk membayarkan zakat kepada amil zakat manapun yang telah bergabung. Amil yang telah tergabung dalam M-Zakat adalah Dompet Peduli Umat (DPU) Daarut Tauhid, Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), Dompet Dhuafa (DD) Republika, Baitul Maal Muamalat, Lazis Dewan Dawah, serta Rumah Zakat Indonesia (DSUQ).

Para pembayar zakat, tinggal mengetikkan zakat lalu amil zakat yang dikehendaki dan mustahik-nya. Dalam hal ini, mustahik diketikkan dengan kata 'fakir'. Dan setiap kata tersebut dipisahkan dengan sebuah spasi. Setelah pesan terkirim maka para pembayar zakat akan menerima pesan jawaban.

Bahwa mereka telah membayarkan zakat sebesar angka yang telah ditentukan, untuk sementara ini hanya Rp 12.500, kepada amil zakat yang telah mereka pilih. Setiap operator akan memotong langsung dari voucher milik para pembayar zakat. Yaitu jumlah zakat Rp 12.500 dan biaya layanan SMS berkisar Rp 1500 hingga Rp 2500.

Sumber : Republika, Jumat, 22 Oktober 2004

0 Comments:

Post a Comment

<< Home